KONSORSIUMHADIS.COM

| PUSAT REFERENSI & STUDI HADITS | JLN PANGLIMA HIDAYAT NO 5B PUCANGANOM SIDOARJO JAWA TIMUR INDONESIA |

HOME » ANAK YANG MENDATANGKAN SYAFAAT

ANAK YANG MENDATANGKAN SYAFAAT

POSTED BY TURATSNABAWI CATEGORIES: ARTICLE_TURATS

PENULIS: UST. ZAINUDDIN MZ

Keberadaan anak saleh menjadi jariah kedua orang tuanya dan doanya buat orang tua sangat dikabulkan masyarakat sudah banyak yang memahaminya, namun mampukah anak mendatangkan syafaat bagi orang tua sangat jarang ditulis ulama, bahkan kebanyakan masyarakat belum mengetahuinya.

Mudah-mudahan tulisan ini dapat memberi pencerahan kepada setiap orang tua yang mendapatkan ujian berupa anak-anak dan keluarganya.

Anak memang merupakan perhiasan dunia, sebagaimana firman Allah swt.:

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan (Qs. Al-Kahfi: 46).

Hahikat perhiasan, selalu mengundang kecintaan di lubuk hati setiap manusia bahkan menjadi syahwat. Kecenderungan manusia kepada perhiasan juga digambarkan Allah sebagaimana firmanNya:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ قُلْ أَؤُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرٍ مِنْ ذَلِكُمْ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَأَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga) Katakanlah: “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?”. Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya, dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah, dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya (Qs. Ali Imran: 14-15).

Namun jika syahwat kepada perhiasan tersebut tidak terkontrol akan berdampak membahayakan untuk dirinya. Sebagaimana firmanNya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta memaafkan (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Qs. Al-Taghabu: 14).

Saat itulah seseorang membutuhkan syafaat, sehingga ia tidak tergelincir ke dalam neraka, dan dapat terentas menuju surga.

Hal-hal yang dapat mendatangkan syafaat, yang tidak diragukan adalah Nabi kita Muhammad saw., dan salah satu yang dapat mendatangkan syafaat adalah anak. Merekalah yang disebut “wildan” dalam penjelasan Rasulullah saw.

Agar anak dapat mendatangkan syafaat bagi orang tuanya, apakah wujudnya bisa menjadi tabir bagi orang tuanya dari neraka atau memasukkannya ke surga, maka harus terpenuhi syarat-syaratnya.

Menurut bimbingan Rasulullah saw. anak dapat mendatangkan syafaat bagi orang tuanya jika memiliki kriteria sebagai berikut:

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا مِنَ النَّاسِ مِنْ مُسْلِمٍ، يُتَوَفَّى لَهُ ثَلاَثٌ لَمْ يَبْلُغُوا الحِنْثَ، إِلَّا أَدْخَلَهُ اللَّهُ الجَنَّةَ بِفَضْلِ رَحْمَتِهِ إِيَّاهُمْ

Dinarasikan Anas bin Malik ra., Rasulullah saw. bersabda: Seorang muslim yang ditinggal wafat tiga anak yang belum baligh, akan memasukkan surga dengan rahmat Allah kepada mereka. Hr. Bukhari: 1248, 1381.

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الخُدْرِيِّ قَالَتِ النِّسَاءُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: غَلَبَنَا عَلَيْكَ الرِّجَالُ، فَاجْعَلْ لَنَا يَوْمًا مِنْ نَفْسِكَ، فَوَعَدَهُنَّ يَوْمًا لَقِيَهُنَّ فِيهِ، فَوَعَظَهُنَّ وَأَمَرَهُنَّ، فَكَانَ فِيمَا قَالَ لَهُنَّ: مَا مِنْكُنَّ امْرَأَةٌ تُقَدِّمُ ثَلاَثَةً مِنْ وَلَدِهَا، إِلَّا كَانَ لَهَا حِجَابًا مِنَ النَّارِ فَقَالَتِ امْرَأَةٌ: وَاثْنَتَيْنِ؟ فَقَالَ: وَاثْنَتَيْنِ

Abu Sa’id al-Khudri ra. berkata: Beberapa wanita berkata kepada Nabi: Berilah kami kesempatan agar tuan memberi peringatan. Kemudian beliau memberi wejangan: Wanita yang ditinggal wafat tiga anak akan menjadi tabirnya dari neraka. Seorang berkata: Bagaimana kalau dua orang? Nabi saw. bersabda: Walaupun dua orang.

Hr. Bukhari: 101, 102, 1249, 2633.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَمُوتُ لَهُمَا ثَلَاثَةُ أَوْلَادٍ لَمْ يَبْلُغُوا الْحِنْثَ، إِلَّا أَدْخَلَهُمَا اللَّهُ وَإِيَّاهُمْ بِفَضْلِ رَحْمَتِهِ الْجَنَّةَ. قَالَ: يُقَالُ لَهُمْ: ادْخُلُوا الْجَنَّةَ. قَالَ: فَيَقُولُونَ: حَتَّى يَجِيءَ أَبَوَانَا قَالَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ. فَيَقُولُونَ مِثْلَ ذَلِكَ قَالَ: فَيُقَالُ لَهُمْ: ادْخُلُوا الْجَنَّةَ أَنْتُمْ وَأَبَوَاكُمْ

Dinarasikan Abu Hurairah ra., Rasulullah saw. bersabda: Seorang muslim yang ditinggal wafat tiga anak yang belum baligh, akan memasukkan surga dengan rahmat Allah kepada mereka. Kepada mereka dikatakan: Masuklah ke surga! Mereka menjawab: Kecuali bersama orang tua kami. Dikatakan kepada mereka: Masuklah kalian bersama orang tua kalian.

Hr. Ahmad: 2/501; Nasai: 4/25; Nasai dalam Sunan Kubra: 2004.

Dari hadits-hadits tersebut dapat difahami, persyaratan sabar terhadap kematian anak adalah:

Pertama, muslim. Hal ini dipertajam dengan sabda Nabi “Dia ditinggal dua anaknya dalam kondisi Islam” Hr. Ahmad: 6/501; Thabrani dalam Sunan Kubra: 22/601, 956, 957.

Kedua, ihlas atas kepergian anak, memahami hal itu merupakan takdir Allah, menyadari semua adalah milik Allah, titipan Allah dan akhirnya kembali ke haribaanNya. Sebagaimana sabda Nabi “… dan anda ihlas, kelak akan memasukkan kamu ke surga” Hr. Bukhari: 6424; Ahmad: 2/77; Baghawi: 1547.

Ketiga, anak kandung, bahkan masuk di dalamnya cucu dan cicitnya, sebagaimana dalam firman-Nya “Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan. Dia diciptakan dari air yang dipancarkan, yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan (Qs. Al-Thariq: 5-7).

Keempat, jumlah anak yang diwafatkan, dhahirnya sebanyak tiga orang, namun dalam paparan ulama, seperti Ibnu Hajar, ditemukan riwayat seorang anakpun dapat mendatangkan syafaat, apalagi lebih dari tiga orang, baik laki-laki maupun perempuan.

Kelima, anak tersebut wafat sebelum masa balighnya. Mereka yang belum terkena taklif, bahkan diangkat penaNya dari tiga hal. Orang gila sampai siuman, orang tidur sampai terbangun, dan anak sampai masa balighnya”.

 Islam sangat memahami bagaimana sedihnya orang tua yang ditinggal wafat oleh anak-anaknya. Maka kesabaran pada saat pertama kali terkena musibah sangat diharapkan. Semoga dengan kesucian anak-anak tersebut dapat mendatangkan syafaat bagi orang tuanya. Tepat apa yang difirmankanNya:

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ

Orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya (Qs. Al-Thur: 21).

Maka anak merupakan saham terindah bagi orang tua, dia bagian dari apa yang dikerjakannya. Dengan demikian ayat ini singkron dengan hadits-hadits sebelumnya. Wallahu a’lam.


  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube