TARTIB SHALAT

BACAAN SURAT HANYA YANG BERARTI MEMOHON?

FORMAT BARU FATWA-FATWA TARJIH : TANYA JAWAB AGAMA

BY: DR. H. ZAINUDDIN MZ, LC., MA – NBM: 984477

DIREKTUR MARKAZ TURATS NABAWI _ PUSAT STUDI HADITS

37. BACAAN SURAT HANYA YANG BERARTI MEMOHON? (JILID II/HALAMAN: 54).

Tanya: Ada yang mengatakan bahwa bacaan surat dalam shalat hanya yang berarti memohon, karena shalat itu artinya doa. Kalau membaca surat yang tidak berarti memohon, maka shalatnya tidak sah. Benarkah demikian? Mohon penjelasan.

Jawab: Dari segi bahasa memang arti shalat itu berdoa. Tetapi menurut istilah (arti yang dibakukan), sesuai dengan yang dilakukan Rasulullah, ialah perbuatan dan bacaan yang telah ditentukan tata caranya oleh Rasulullah saw. yang oleh ahli fiqih ketentuan itu disebut rukun dan syarat-syarat.

UPDATE TERBARU KARYA UST. H. ZAINUDDIN MZ _ KLIK DI SINI.

Catatan:

Yakni rangkaian perbuatan dan zikir yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.

Termasuk di dalamnya keutamaan yang boleh dilakukan dalam melakukan shalat yang disebut sunah-sunah shalat. Shalat merupakan ibadah yang pelaksanaannya harus sesuai dengan apa yang dituntunkan oleh Nabi agar dapat diterima. Sesuai dengan perintah (tuntunan) Nabi saw.:

APLIKASI HADITS – VERIVIKASI NATIONAL & INTERNATIONAL _ KLIK DI SINI.

Hadits Malik bin Huwairits

وَعَنْ مَالِكِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ اللَّيْثِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي

Dinarasikan Malik bin Huwairits al-Laitsi ra., Rasulullah saw. bersabda: Shalatlah kalian sebagaimana kaliam melihat tata cara shalatku.

Hr. Bukhari: 605; Ibnu Khuzaimah: 397; Ibnu Hibban: 1658; Baihaqi: 3672.

Mengenai bacaan surat dalam Al-Qur’an, dipaparkan dalam Al-Qur’an itu sendiri:

DAFTAR PELATIHAN TAHSIN SHALAT BERSAMA UST. H. ZAINUDDIN MZ _ KLIK DI SINI.

Firman-Nya:

فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ

Maka bacalah apa yang mudah bagimu dari Al-Qur’an. (Qs. Al-Muzammil: 20).

Kemudian kalau kita lihat pada hadits-hadits Nabi, akan kita dapati bahwa dalam shalat, Nabi membaca surat tidak mesti yang berisi doa saja. Seperti Nabi saw. membaca surat al-Najm, al-Rahman, al-Muzammil dan lainnya yang tidak semuanya mengandung permohonan atau doa.

Dengan demikian tidak benar jika orang yang sedang shalat yang tidak membaca ayat-ayat yang bernuansa doa itu dinilai tidak sah shalatnya.

PASANG IKLAN ANDA DI SINI_KLIK DI SINI.

Hal yang sedemikian itu tidak masuk dalam rukun atau sunah-sunah dalam shalat, maka silahkan seseorang membaca ayat apa saja yang ia mampu melafadzkannya.

Memang ditemukan tuntunan dari Rasulullah saw., bahwa apabila Nabi saw. membaca ayat-ayat  yang bernuansa siksaan, maka beliau memohon perlindungan darinya, dan apabila Nabi membaca ayat-ayat yang bernuansa rahmat, maka beliau memohon fadhilahnya.

AMANKAN PERANGKAT ANDA DARI KEJAHATAN CYBER !!! GUNAKAN EMAILMU – DAFTAR GRATIS – UNDUH SOFTWARENYA – KLIK DI SINI.

Hadits Auf bin Malik al-Asyja’i

وَعَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ الْأَشْجَعِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: (قُمْتُ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةً) (فَبَدَأَ فَاسْتَاكَ ثُمَّ تَوَضَّأَ, ثُمَّ قَامَ يُصَلِّي وَقُمْتُ مَعَهُ, فَبَدَأَ فَاسْتَفْتَحَ الْبَقَرَةَ, لَا يَمُرُّ بِآيَةِ رَحْمَةٍ إِلَّا وَقَفَ فَسَأَلَ, وَلَا يَمُرُّ بِآيَةِ عَذَابٍ إِلَّا وَقَفَ يَتَعَوَّذُ ثُمَّ رَكَعَ فَمَكَثَ رَاكِعًا بِقَدْرِ قِيَامِهِ, يَقُولُ فِي رُكُوعِهِ: سُبْحَانَ ذِي الْجَبَرُوتِ وَالْمَلَكُوتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ) (ثُمَّ سَجَدَ بِقَدْرِ رُكُوعِهِ, يَقُولُ فِي سُجُودِهِ: سُبْحَانَ ذِي الْجَبَرُوتِ وَالْمَلَكُوتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ) (ثُمَّ قَامَ فَقَرَأَ بِآلِ عِمْرَانَ, ثُمَّ قَرَأَ سُورَةً) (ثُمَّ سُورَةً) وَفِي رِوَايَةٍ: (ثُمَّ قَرَأَ سُورَةً سُورَةً) (فَفَعَلَ مِثْلَ ذَلِكَ)

Auf bin Malik al-Asyja’i ra. berkata: (Aku shalat malam bersama Nabi) (Nabi memulai dengan bersiwak lalu wudhu. Lalu aku shalat bersamanya. Nabi memulai shalat dengan membaca surat al-Baqarah. Tidaklah Nabi membaca ayat yang bernuansa rahmat, kecuali Nabi berhenti sejenak untuk memohonnya, dan tidaklah Nabi membaca ayat bernuansa siksaan, kecuali Nabi berhenti sejenak dan memohon perlindungan. Lalu Nabi ruku’ yang lamanya seperti kadar berdirinya dengan membaca, maha suci Allah, Dia pemilik keperkasaan, ke¬kuasaan, kebesaran dan keagungan). (Kemudian Nabi sujud seperti kadar ruku’nya dengan membaca, Maha suci Allah, Dia pemilik keperkasaan, ke-kuasaan, kebesaran dan keagungan). Lalu bangkit dengan membaca surat Ali Imran, dan surat lainnya) (lalu surat lainnya). Dalam riwayat: (lalu membaca beberapa surat) (dan Nabi melakukan seperti itu).

Hr. Abu Dawud: 873; Nasai: 1132; Nasai dalam Kubra: 718; Ahmad: 24026; Baihaqi: 3504.

#TANYA, #JAWAB, #HADITS, #HADIS, #ATSAR, #ASAR, #ALLAH, #ALLAH_SWT, #NABI_SAW, #RASULULLAH_SAW, #SURAT, #SURAH, #SOLAT, #SHOLAT, #SHALAT, #SUJUD, #QURAN, #QUR’AN, #AL-QUR’AN, #FIKH, #FIQH, #BUKHARI, #IBNU_KHUZAIMAH, #IBNU_HIBBAN, #BAIHAQI, #ABU DAWUD, #NASA’I, #NASA’I_DALAM_KUBRA, #AHMAD, #BAIHAQI, #AUF_BIN_MALIK_AL-ASYJA’I, #MALIK_BIN_HUWAIRITS.

ASAH BAHASA ASING UNTUK PUTRA-PUTRI ANDA & UMUM – TEMUKAN MENTORNYA – GUNAKAN EMAILMU – DAFTAR AKUNMU – GRATIS – KLIK DI SINI.
SILAHKAN IKUTI KAMI & SHARE KE SESAMA - SEMOGA BERMANFAAT :
error: MAAF !!