TARTIB SHALAT

IMAM MELAFADZKAN NIAT ‎

FORMAT BARU FATWA-FATWA TARJIH : TANYA JAWAB AGAMA

BY: DR. H. ZAINUDDIN MZ, LC., MA – NBM: 984477

DIREKTUR MARKAZ TURATS NABAWI _ PUSAT STUDI HADITS

11. IMAM MELAFADZKAN NIAT (JILID V, HALAMAN: 33)

Tanya: Apabila seseorang bermakmum kepada imam yang melafadzkan ushali …, apakah shalatnya sah?

UPDATE TERBARU KARYA UST. H. ZAINUDDIN MZ _ KLIK DI SINI.

Jawab: Keridhaan Allah terhadap aktivitas kita tergantung pada niat yang ikhlas. Khusus mengenai shalat, tidak terdapat contoh dari Nabi saw. mengenai caranya, apakah membaca ushali … atau nawaitu … dan apakah hal itu harus dilafadzkan?

APLIKASI HADITS – VERIVIKASI NATIONAL & INTERNATIONAL _ KLIK DI SINI.

Oleh karena tidak ada contoh, maka sebaiknya niatnya dalam hati. Meskipun demikian, makmum kepada imam yang membaca ushali … diperbolehkan.

PENDIDIKAN & PELATIHAN ILMU HADITS – BERSAMA DR. H. ZAINUDDIN MZ, LC., MA _ KLIK DI SINI.

Catatan:

Dalam pandangan orang yang melafadzkan niat tentu berkeinginan agar niat itu lebih mantap, dengan demikian shalatnya tetap sah, dan tidak ada keyakinan menambah amalan shalat.

DAFTAR PELATIHAN TAHSIN SHALAT BERSAMA UST. H. ZAINUDDIN MZ _ KLIK DI SINI.

Padahal dengan merekayasa melafadzkan niat yang sedemikian itu akan berdampak banyak kendala. Misalnya jika imam batal, lalu siapa yang menggantikannya jika para makmum melafadzkan niatnya sebagai makmum? Jika shalat di kendaraan, apa mungkin selamanya ia mustaqbilal kiblat? Jika ia shalat sendirian, lalu datang orang ingin bermakmum padanya, apa mungkin karena ia tidak ada niat menjadi imam? Serta banyak lagi kendala lainnya.

PASANG IKLAN ANDA DI SINI_KLIK DI SINI.

Gangguan setan ketika seseorang menetapkan niat dalam hatinya saja sudah sangat parah, apalagi jika dilafadzkan dengan lisan tentu bertambah lebih parah lagi. Itulah sebabnya sering terlihat orang-orang yang melafadzkan niat selalu mengulang-ulang karena keraguannya.

AMANKAN PERANGKAT ANDA DARI KEJAHATAN CYBER !!! GUNAKAN EMAILMU – DAFTAR GRATIS – UNDUH SOFTWARENYA – KLIK DI SINI.

Maka seseorang yang ingin shalat Maghrib misalnya, supaya ia menghadirkan dalam hatinya bahwa ia hendak shalat Maghrib, tidak perlu menjelaskan jumlah rakaatnya, arah menghadapnya, pelaksanaannya adaan atau qadhaan, sebagai imam atau makmum dan sebagainya.

ASAH BAHASA ASING UNTUK PUTRA-PUTRI ANDA & UMUM – TEMUKAN MENTORNYA – GUNAKAN EMAILMU – DAFTAR AKUNMU – GRATIS – KLIK DI SINI.
SILAHKAN IKUTI KAMI & SHARE KE SESAMA - SEMOGA BERMANFAAT :
error: MAAF !!