TARTIB SHALAT

MELAFADZKAN NIAT SHALAT

FORMAT BARU FATWA-FATWA TARJIH : TANYA JAWAB AGAMA

BY: DR. H. ZAINUDDIN MZ, LC., MA – NBM: 984477

DIREKTUR MARKAZ TURATS NABAWI _ PUSAT STUDI HADITS

BAB: NIAT SHALAT

10. MELAFADZKAN NIAT SHALAT (3/65)

Tanya: Dalam niat shalat, apakah melakukannya itu dengan melafadzkan bahasa sendiri atau dengan bahasa Arab. Mohon penjelasan.

Jawab: Tidak ada ketentuan dalam dalil bahwa niat shalat itu harus dilakukan dengan melafadzkannya dengan bahasa sendiri atau dengan bahasa Arab.

UPDATE TERBARU KARYA UST. H. ZAINUDDIN MZ _ KLIK DI SINI.

Yang ditentukan dalam dalil ialah melakukan niat. Niat itu adalah amalan hati bukan amalan lisan. Sekali pun mengucapkan lisannya dengan bahasa Arab tetapi kalau apa yang diucapkan itu tidak diikuti dan tidak diketahui oleh hati yang mengucapkan apa maksud ucapan itu belum terpenuhi maksud niat itu.

Karena niat itu pekerjaan hati, dicetuskan dalam hati dengan bahasa yang dimengerti oleh hati. Ada pun niat yang dilafadzkan dengan lisan dengan bahasa Arab tidak kita dapati dalam tuntunan Al-Qur’an dan sunah Rasulullah.

APLIKASI HADITS – VERIVIKASI NATIONAL & INTERNATIONAL _ KLIK DI SINI.

Catatan:

Diduga penggagas pertama melafadzkan niat itu berawal dari pemikiran Muhyiddin Nawawi (-676 H) dalam bukunya Riyadhu Shalihin dan lainnya. Padahal ia hanya menyarankan untuk menghadirkan amalan-amalan shalat saat bertabiratul ihram, namun kemudian oleh generasi sesudahnya dibuatkan jutlak untuk cara menghadirkan niat tersebut dengan melafadzkannya. Wallahu a’lam.

Oleh sebab itu belum ditemukan pembahasan melafadzkan niat dalam referensi karya ulama mujtahid Abu Hanifah, Malik, Syafii dan Ahmad (sebelum Nawawi).

PENDIDIKAN & PELATIHAN ILMU HADITS – BERSAMA DR. H. ZAINUDDIN MZ, LC., MA _ KLIK DI SINI.

Ada yang berpendapat melafadzkan niat shalat itu dianalogikan dengan melafadzkan niat haji, labbaik hajjan, labbaik umratan atau labbaik hajjan wa umratan.

Analogi seperti itu tidaklah benar. Karena Rasulullah saw. memberi bimbingan niat haji itu saat beliau mengenakan kain ihram di rumahnya. Yang dilafadzkan adalah talbiyahnya saat sampai di miqat makani (tempat miqat haji), agar menetapkan apakah ihramnya untuk haji atau untuk umrah atau untuk keduanya.

Dapat diprediksikan, amalan hati saja sudah diganggu oleh setan sedemikian rupa sehingga seseorang bisa terjebak was-was dalam amalnya, apalagi jika diazimahkan, bahkan dilafadzkan. Maka tidak sedikit disaksikan gangguan setan makin keras sehingga sering kita melihat mereka yang melafadzkan niat itu mengulang niatnya berkali-kali.

DAFTAR PELATIHAN TAHSIN SHALAT BERSAMA UST. H. ZAINUDDIN MZ _ KLIK DI SINI.

Dilemmanya jika suatu amalan belum ada dalam jutlaknya. Misalnya, niat untuk shalat gerhana yang harus melafadzkan empat kali ruku’ dan empat kali sujud yang tata caranya tidak seperti shalat Subuh, walaupun jumlahnya sama sebanyak dua rakaat.

Ketika yang berdiri di belakang imam melafadzkan niatnya sebagai makmum, lalu imam batal. Maka siapa yang akan menggantikan imam? Ia tak akan mau lantaran sejak awal ia melafadzkan niatnya hanya sebagai makmum.

PASANG IKLAN ANDA DI SINI_KLIK DI SINI.

Karena seseorang shalat sendirian, lalu datang orang lain untuk bermakmum padanya, apakah mungkin ia bertindak jadi imam, karena tidak punya niat untuk menjadi imam?

Ketika shalat di kendaraan, mungkin awalnya bisa menetapkan menghadap Ka’bah. Lalu bisakah menjamin selama perjalanan shalatnya ia tetap menghadap ke kiblat, padahal arah kendaraannya berbelok-belok?

AMANKAN PERANGKAT ANDA DARI KEJAHATAN CYBER !!! GUNAKAN EMAILMU – DAFTAR GRATIS – UNDUH SOFTWARENYA – KLIK DI SINI.

Dan banyak lagi sisi positif dan sisi negatifnya. Itulah jika suatu ketaatan direkayasa oleh pemikiran. Bisa jadi satu sisi ada nilai positifnya, namun di sisi lain tentu banyak sisi negatifnya. Sungguh awalnya Islam ini sangat simpel, namun kenapa terasa tambah beban saat ada campur tangan dan rekayasa pemeluknya? Apalagi seluruh amalan itu adalah masuk kategori ibadah ketaatan, termasuk makan, minum, belajar, tidur, dan lain sebagainya, lalu bagaimana cara melafadzkan niatnya? Kenapa hanya shalat yang niatnya dilafadzkan?

ASAH BAHASA ASING UNTUK PUTRA-PUTRI ANDA & UMUM – TEMUKAN MENTORNYA – GUNAKAN EMAILMU – DAFTAR AKUNMU – GRATIS – KLIK DI SINI.
SILAHKAN IKUTI KAMI & SHARE KE SESAMA - SEMOGA BERMANFAAT :
error: MAAF !!