TARTIB SHALAT

MEMBACA USHALLI DAN MASALAH QUNUT

FORMAT BARU FATWA-FATWA TARJIH : TANYA JAWAB AGAMA

BY: DR. H. ZAINUDDIN MZ, LC., MA – NBM: 984477

DIREKTUR MARKAZ TURATS NABAWI _ PUSAT STUDI HADITS

12. MEMBACA USHALLI DAN MASALAH QUNUT (JILID VI, HALAMAN 40)

Tanya: Pada tanggal 25 Desember 2003, aku mendengar ceramah dari seorang da’i Majelis Tarjih Wilayah, bahwa ia mengeluarkan pendapatnya antara lain (1) membaca ushalli adalah boleh, dan (2) bahwa hadits yang dipakai sebagai dasar qunut semuanya adalah shahih, dan Muhammadiyah memaknai doa qunut itu sebagai qunut nazilah. (SM. No. 13/2004). Mohon penjelasan.

UPDATE TERBARU KARYA UST. H. ZAINUDDIN MZ _ KLIK DI SINI.

Jawab: Perlu diketahui bahwa orang yang paling mengerti cara ibadah adalah Rasulullah saw., karena beliaulah yang diutus oleh Allah swt. untuk menyebarkan ajaran Islam. Maka cara ibadah yang tidak ada tuntunannya dari Allah dan Rasul-Nya tidak perlu diikuti.

APLIKASI HADITS – VERIVIKASI NATIONAL & INTERNATIONAL _ KLIK DI SINI.

Mengenai keharusan membaca ushalli untuk melafadzkan niat, Muhammadiyah (Majelis Tarjih Muhammadiyah) tidak pernah menganjurkan, sebab tidak ada tuntunannya dari Rasulullah saw. Sebab yang dimaksudkan dengan niat adalah maksud hati atau kehendak hati. Kalau dikatakan bahwa melafadzkan niat itu boleh saja, maka harus dapat menunjukkan dalilnya.

PENDIDIKAN & PELATIHAN ILMU HADITS – BERSAMA DR. H. ZAINUDDIN MZ, LC., MA _ KLIK DI SINI.

Berikut ini kami kutipkan Putusan Tarjih:

اِذَا قُمْتَ اِلَى الصَّلَاةِ فَقُلْ: اَللهُ أَكْبَرُ, مُخْلِصًا نِيَّتَكَ لِلَّهِ

Bila anda hendak mengamalkan shalat, maka bacalah ‘Allahu akbar’, dengan mengikhlaskan niatmu karena Allah.

Putusan ini berdasarkan dalil:

DAFTAR PELATIHAN TAHSIN SHALAT BERSAMA UST. H. ZAINUDDIN MZ _ KLIK DI SINI.

1. Firman Allah swt.

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ

Tidaklah mereka diperintah melainkan supaya menyembah kepada Allah dengan ikhlas kepada-Nya dalam menjalankan agama. (Qs. Al-Bayyinah: 5).

PASANG IKLAN ANDA DI SINI_KLIK DI SINI.

2. Hadits Nabi Saw.

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

Sesungguhnya sahnya amal itu tergantung kepada niat. (Muttafaq alaih)

Pada hadits tersebut hanya ditegaskan ‘tergantung kepada niat’, tidak ada ketentuan melafadzkan niat. Karena niat itu adalah bagian ibadah, maka harus ada tuntunannya. Melafadzkan niat jelas tidak ada tuntunannya.

AMANKAN PERANGKAT ANDA DARI KEJAHATAN CYBER !!! GUNAKAN EMAILMU – DAFTAR GRATIS – UNDUH SOFTWARENYA – KLIK DI SINI.

Catatan:

Pembahasan masalah Qunut, akan dipaparkan pada bab tersendiri.

ASAH BAHASA ASING UNTUK PUTRA-PUTRI ANDA & UMUM – TEMUKAN MENTORNYA – GUNAKAN EMAILMU – DAFTAR AKUNMU – GRATIS – KLIK DI SINI.
SILAHKAN IKUTI KAMI & SHARE KE SESAMA - SEMOGA BERMANFAAT :
error: MAAF !!