TARTIB SHALAT

SHALAT DZUHUR DENGAN JAHR

FORMAT BARU FATWA-FATWA TARJIH : TANYA JAWAB AGAMA

BY: DR. H. ZAINUDDIN MZ, LC., MA – NBM: 984477

DIREKTUR MARKAZ TURATS NABAWI _ PUSAT STUDI HADITS

39. SHALAT DZUHUR DENGAN JAHR (JILID: III/HALAMAN: 70)

Tanya: Saya pernah menjadi makmum shalat Dzuhur yang imamnya membaca surat al-Fatihah dengan jahr (keras). Apakah ketika imam selesai membaca surat al-Fatihah, saya selaku makmum harus membaca “amin” dengan suara jahr pula?

Jawab: Dalam riwayat Abu Qatadah yang haditsnya dikeluarkan oleh Muslim kita dapati keterangan bahwa Nabi saw. sewaktu shalat Dzuhur, pada dua rakaat yang pertama beliau membaca surat al-Fatihah dan dua surat. Kadang-kadang Nabi saw. memperdengarkan bacaannya kepada para sahabat.

UPDATE TERBARU KARYA UST. H. ZAINUDDIN MZ _ KLIK DI SINI.

Hadits Abu Qatadah ra.:

وَعَنْ أَبِي قَتَادَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: (كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الرَّكْعَتَيْنِ الْأُولَيَيْنِ مِنْ صَلَاةِ الظُّهْرِ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَسُورَتَيْنِ, يُطَوِّلُ فِي الْأُولَى وَيُقَصِّرُ فِي الثَّانِيَةِ) (وَيُسْمِعُنَا الْآيَةَ أَحْيَانًا) (وَيَقْرَأُ فِي الرَّكْعَتَيْنِ الْأُخْرَيَيْنِ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ) (وَهَكَذَا فِي صَلَاةِ الْعَصْرِ) (وَكَانَ يُطَوِّلُ فِي الرَّكْعَةِ الْأُولَى مِنْ صَلَاةِ الصُّبْحِ, وَيُقَصِّرُ فِي الثَّانِيَةِ)

Abu Qatadah ra. berkata: (Rasulullah saw. sewaktu shalat Dzuhur pada dua rakaat pertama membaca surat al-Fatihah dan dua surat lain. Nabi memperpanjang pada rakaat pertama dan memperpendek pada rakaat kedua) (kadang Nabi saw. memperdengarkan bacaannya) (pada dua rakaat yang terakhir Nabi saw. hanya membaca surat al-Fatihah) (Sedemikian pula ketika Nabi saw. shalat Ashar) (Dan Nabi saw. memperpanjang bacaan pada rakaat pertama sewaktu shalat Subuh dan memperpendek pada rakaat yang kedua).

Hr. Bukhari: 725, 728, 743; Muslim: 451; Abu Dawud: 798; Nasai: 975, 977, 978; Ibnu Majah: 819, 829; Ahmad: 22616, 22670.

APLIKASI HADITS – VERIVIKASI NATIONAL & INTERNATIONAL _ KLIK DI SINI.

Kata “yusmiuna”, mengandung arti kadang-kadang dalam membaca surat sewaktu Nabi saw. shalat Dzuhur dan Ashar dapat diartikan kebolehan membaca dengan jahr pada shalat yang biasa sirri. Tetapi bacaan Nabi juga agak keras itu hanya ekspresi saja karena dalamnya pemikiran makna ayat, bukan karena jahr suara membaca surat al-Fatihah dan surat lainnya, sebab yang didengar oleh para sahabat hanya beberapa ayat dan itu pun kadang-kadang.

PENDIDIKAN & PELATIHAN ILMU HADITS – BERSAMA DR. H. ZAINUDDIN MZ, LC., MA _ KLIK DI SINI.

Pada prinsipnya shalat Dzuhur dan Ashar itu dilakukan dengan bacaan sirri. Menurut penuturan Albani, hal itu didasarkan pada ijma’ yang dinukil oleh ulama khalaf dari ulama salaf.

Yang menjadi persoalan selanjutnya seperti yang ditanyakan di depan, bagaimana kalau imam membaca surat al-Fatihah dengan jahr sewaktu shalat Dzuhur atau kalau tidak jahr imam dalam membaca al-Fatihah sehingga bacaan akhir “wa lad dhalin”, kemudian imam membaca “amin”.

DAFTAR PELATIHAN TAHSIN SHALAT BERSAMA UST. H. ZAINUDDIN MZ _ KLIK DI SINI.

Sesuai dengan keumuman hadits berikut ini:

Hadits Anas bin Malik

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (إِذَا قَالَ الإِمَامُ: غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ فَقُولُوا: آمِينَ ((فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَقُولُ: آمِينَ، وَإِنَّ الْإِمَامَ يَقُولُ: آمِينَ) (فَمَنْ وَافَقَ تَأمِينُهُ تَأمِينَ الْمَلَائِكَةِ، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ)

PASANG IKLAN ANDA DI SINI_KLIK DI SINI.

Dinarasikan Anas bin Malik ra., Rasulullah saw. bersabda: (Apabila imam mengucapkan, “ghairil maghdhubi alaihim wa lad dhallin”, maka ucapkanlah “amin”) (Sesungguhnya para malaikat ikut membaca “amin”, dan imam juga membaca “amin”.) (Maka barangsiapa yang bacaan “amin”-nya bertepatan dengan bacaan “amin” malaikat, maka dosanya yang telah lampau diampuni).

Hr. Bukhari: 747, 749; Muslim: 410, 415; Nasai: 927: Ahmad: 7178.

AMANKAN PERANGKAT ANDA DARI KEJAHATAN CYBER !!! GUNAKAN EMAILMU – DAFTAR GRATIS – UNDUH SOFTWARENYA – KLIK DI SINI.

Dalam suatu riwayat ada yang berbunyi “idza ammanal imamu fa aminu”. Artinya, Apabila imam membaca “amin”, maka bacalah “amin” pula. Hanya saja karena pada prinsipnya bacaan shalat Dzuhur itu sirri, makmum dalam bacaan “amin” kalau imam membaca agak jahr al-Fatihah dan bacaan “amin”-nya adalah sirri saja…

ASAH BAHASA ASING UNTUK PUTRA-PUTRI ANDA & UMUM – TEMUKAN MENTORNYA – GUNAKAN EMAILMU – DAFTAR AKUNMU – GRATIS – KLIK DI SINI.
SILAHKAN IKUTI KAMI & SHARE KE SESAMA - SEMOGA BERMANFAAT :
error: MAAF !!